Langsung ke konten utama

Beberapa Persyaratan Program Pendidikan Kesehatan

Beberapa Persyaratan Program Pendidikan Kesehatan

     Menurut Departemen Kesehatan R I sehat adalah sejahtera jasmani, dan rohani. Disini tampak adanya beberapa hal yang tidak dapat di usahakan oleh SPSN misalnya, membebaskan seseorang dari keadaan cacat yang terlanjur terjadi atau kehilangan bagian tubuh sejak lahir. Selain itu, memberi kesejahteraan secara langsung juga diluar jangkauannya. Dengan demikian agaknya lebih tepat dikatakan dalam meningkatkan kesehatan jasmani.
     Secara tidak langsung peningkatan kesehatan seseorang akan menambah peluang baginya untuk meraih kesejahteraan jasmani yang lebih tinggi. Mengenai penyembuhan penyakit, dikenal berbagai cara, seperti penyembuhan secara psikologis, penyembuhan secara fisioterapi, penyembuhan menggunakan obata-obatan, pengobatan dengan akupuntur, dengan akupresor dan pengobatan
     Bila kita menilai cara pengobatan tertentu dengan jalan pkikiran cara pengobatan lainnya misalnya, cara pengobatan dengan tenaga dalam ditinjau dengan mengunakan perangkat cara pengobatan konvensional tentu saja tidak akan didapat jawaban yang memuaskan. Masing-masing cara pengobatan mempunyai landasan pikirannya . Misalnya , cara pengobatan akupresor mendasarkan penyembuhannya kepada rangsangan yang siberikan pada bagian tertentu dari tubuh, tangan tau kaki , yang akan mampu mempengaruhi syaraf yang mempersyarafi organ tubuh tertentu seperti hati, usus, kepala, mata,ginjal, paru-paru dan lainnya.
     Filosofi akupuntur yang dilandaskan atas keseimbangan YIN-YANG dianggap sesuai dengan homestasis ilmu kedokteran konvensional. Dikenal adanya meridian yang menghungkan titik-titik akupuntur yang satu dengan lainnya. Jadi akupuntur dikatakan mempunyai sifat fisik: tegangan tinggi, hambatan rendah dan organ khusus. Pengobatan dengan tenaga prana yang mempercayai adanya garis-garis meridian, yang bertindak menyalurkan prana dari suatu daerah organ ke organ lainnya.
     Bila terjadi sumbatan pada suatu tempat dari meridian tertentu maka akan terjadi bendungan / penumpukan prana (energi) pada suatu organ tertentu dan hal ini bisa menyebabkan sakitnya seseorang dapat dilihat dari adanya AURA yang mengelilingi tubuh tadi. Sesuai yang diamati oleh peserta SN Schuurmans (belanda), bahwa aura yang membungkus tubuh manusia mempunyai warna tertentu. Bila suatu organ sakit misalnya bahu ia melihat aura pada (yang menutupi) organ tadi berwarna abu-abu, sedangkan bagian yang tidak sakit berwarna kuning kemerah-merahan atau kuning emas.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faktor Warming Up dan Cooling Down

  FAKTOR WARMING UP DAN COOLING DOWN Perilaku yang tidak sportif menimbulkan respon yang sama atau lebih jelek lagi. dan oleh karena itu juga cedera yang sama seringkali diderita baik oleh pelaku maupun oleh calon korbannya. Sebagai contoh niat untuk menendang kaki lawan dalam permainan sepak bola yang malah menyebabkan kaki kita yang kesakitan karena sudah ada unsur yang tidak baik dalam diri.   a. Pemanasan (Warming Up) Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera. Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti. Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan b...

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA HOCKEY

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA HOCKEY A. Peraturan Permainan Hockey Olahraga Hoki adalah permainan yang dipertandingkan oleh 2 (dua) regu, yang terdiri atas 11 orang dari masing-masing regu. Peraturan Umum dari permainan Hoki adalah sebagai berikut : Seorang pemain dilarang untuk : v   Mengangkat stick di atas pundaknya bilamana dapat membahayakan. v   Melakukan permainan yang dapat membahayakan. v   Memukul bola ke udara. v   Menendang atau menahan bola dengan kaki (kecuali penjaga gawang sesuai peraturan). v   Memukul, menggigit atau menahan stick lawan v   Menghalangi lawan dengan badan atau stick, mendorong, menahan atau menjatuhkan serta menyandung lawannya. Seorang pemain diperbolehkan untuk : ü   Menahan bola dengan tangan (sesuai peraturan yang berlaku), sepanjang bola tersebut jatuh dengan segera, jadi bukan menangkap bola melainkan menahan bola dengan telapan tangan yang terbuka. ü   Di dalam D...

Klasifikasi Cedera Dalam Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu : a.Cedera tingkat 1 (cedera ringan) Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan. b.Cedera tingkat 2 (cedera sedang) Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot, straing otot, tendon-tendon, robeknya ligament (sprain grade II). c.Cedera tingkat 3 (cedera berat) Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang. d.Strain dan Sprain Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga. 1.Strain Straing adalah menyangkut cedera otot atau tend...