Langsung ke konten utama

Mid Test


Mid Test adalah sebuah tes yang diberikan oleh seorang dosen kepada mahasiswa dalam pertengahan pembelajarannya. Biasanya proses Mid Test ini dilakukan setelah pertemuan ke 6 atau ke 7. Tes ini akan menguji sampai di mana seorang mahasiswa menerima pelajaran/mata kuliah yang diberikan.

Manfaat mid test : 
1.Menghargai pentingnya waktu. Santri yang akan melaksanakan ujian harus mengetahui waktu kapan jadwal ujian akan dilaksanakan. Siswa harus meluangkan waktu untuk belajar malam, belajar kelompok, belajar di asrama, atau bahkan meminta waktu kepada gurunya untuk bimbel. Saat pelaksanaan ulangan jangan sampai terlambat datang ke kelas untuk ujian.
2. Memahami arti pentingnya belajar. Melalui ulangan, apabila siswa ingin memperoleh nilai baik maka harus belajar. Jika tidak belajar dapat dipastikan tidak naik kelas. Materi-materi yang dipelajari apabila keluar saat ulangan akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi santri dan ada rasa bangga bahwa mendapatkan nilai tinggi dan tidak harus mengulang kelas. Dengan demikian akan memahami secara mendalam pentingnya belajar.
3. Melatih kejujuran, ujian melatih kejujuran pada siswa, saat ulangan siswa harus mengerjakan sendiri soal-soal dari hasil belajar yang sudah dilakukan. Apabila sudah terbiasa dapat diterapkan pada kehidupannya yang lain.
4. Menghargai hasil usaha, apapun hasil ujiannya maka ia harus menerimanya. Nilai rendah atau tinggi itu merupakan hasil usaha setelah belajar.
5. Semangat juang, melalui ujian santri dituntut memiliki semangat juang yang gigih untuk hasil belajar maksimal. Ikhtiar maksimal hasilnya mendekati akan harapan.
6. Untuk memotivasi diri. Diadakannya suatu ulangan adalah sebagai motivasi diri bagi masing-masing pelajar untuk lebih meningkatkan prestasinya. Semua individu pasti ingin lulus ujian dan bahkan ingin mempunyai nilai yang bagus, tapi untuk memperoleh itu semua tidaklah semudah kita hanya menghayal atau bermimpi saja. Tetapi bukan berarti pula prosesnya juga sulit untuk mencapainya. Jika kita ingin hasil yang bagus maka kita juga harus melakukannya dengan cara yang bagus pula, jangan melakukannya dengan cara setengah hati apalagi dengan cara yang curang.
7. Dapat mendekatkan diri pada Allah. Pada umumnya terkadang ketika seorang pelajar saat mendengar akan dilaksanakan ulangan pasti salah satu jurusnya untuk berhasil dalam ujian adalah lebih mendekatkan diri kepada yang Kuasa. Pada saat detik-detik menjelang ujian pasti akan begitu khusyuknya beribadah dan berdoa agar diberikan kemudahan dalam menjawab soal-soal ujian. Alangkah indahnya jikalau melakukan ibadah itu bukan hanya saat menjelang ujian saja, melainkan setiap saat yaitu sehari lima kali pasti dijamin segala urusannya dalam belajar dan mengikuti ujian akan diberikan kemudahan juga kelancaran dari Allah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA HOCKEY

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA HOCKEY A. Peraturan Permainan Hockey Olahraga Hoki adalah permainan yang dipertandingkan oleh 2 (dua) regu, yang terdiri atas 11 orang dari masing-masing regu. Peraturan Umum dari permainan Hoki adalah sebagai berikut : Seorang pemain dilarang untuk : v   Mengangkat stick di atas pundaknya bilamana dapat membahayakan. v   Melakukan permainan yang dapat membahayakan. v   Memukul bola ke udara. v   Menendang atau menahan bola dengan kaki (kecuali penjaga gawang sesuai peraturan). v   Memukul, menggigit atau menahan stick lawan v   Menghalangi lawan dengan badan atau stick, mendorong, menahan atau menjatuhkan serta menyandung lawannya. Seorang pemain diperbolehkan untuk : ü   Menahan bola dengan tangan (sesuai peraturan yang berlaku), sepanjang bola tersebut jatuh dengan segera, jadi bukan menangkap bola melainkan menahan bola dengan telapan tangan yang terbuka. ü   Di dalam D...

Faktor Warming Up dan Cooling Down

  FAKTOR WARMING UP DAN COOLING DOWN Perilaku yang tidak sportif menimbulkan respon yang sama atau lebih jelek lagi. dan oleh karena itu juga cedera yang sama seringkali diderita baik oleh pelaku maupun oleh calon korbannya. Sebagai contoh niat untuk menendang kaki lawan dalam permainan sepak bola yang malah menyebabkan kaki kita yang kesakitan karena sudah ada unsur yang tidak baik dalam diri.   a. Pemanasan (Warming Up) Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera. Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti. Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan b...

Klasifikasi Cedera Dalam Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu : a.Cedera tingkat 1 (cedera ringan) Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan. b.Cedera tingkat 2 (cedera sedang) Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot, straing otot, tendon-tendon, robeknya ligament (sprain grade II). c.Cedera tingkat 3 (cedera berat) Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang. d.Strain dan Sprain Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga. 1.Strain Straing adalah menyangkut cedera otot atau tend...