Langsung ke konten utama

PRAKTEK TEKNIK TAPPING DAN TACKLING DALAM BENTUK PERMAINAN PADA OLAHRAGA HOCKEY


PRAKTEK TEKNIK TAPPING DAN TACKLING DALAM BENTUK PERMAINAN PADA OLAHRAGA HOCKEY
A. Teknik Tapping
Tapping merupakan teknik dasar pada olahraga hockey yang mana merupakan teknik mengumpan seperti teknik push. Namun pada teknik ini terdapat point contact antara bola dengan stick, jadi terdapat ayunan dalam melakukannya. Berbeda dengan teknik push yang mana bola denga stick menempel kemudian memberikan dorongan.
Unsur gerakan pada teknik dasar tapping :
a)      Awalan
b)      Ayunan
c)      Perkenaan bola
d)     Dorongan
e)      Gerak lanjutan / follows through
Sebelum memberikan teknik ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain yaitu posisi sikap badan ( style Hockey ), pegangan ( grip ) yang benar.Agar dalam pelaksanaannya dapat memudahkan dalam melakukan teknik tapping ini.
B. Teknik Tackling
Tackling alias merebut bola merupakan teknik selanjutnya di mana cara ini adalah cara mengambil bola yang sedang dikuasai oleh lawan. Tackling dalam permainan hoki akan sangat menguntungkan bagi sebuah tim karena lawan bisa dibuat kesulitan atau bahkan mati kutu sehingga tidak mampu memperoleh skor atau poin.
Pada saat tackling dilakukan tepat sasaran, maka otomatis kita akan dapat menurunkan risiko pihak lawan memperoleh  poin. Hal ini seperti ketika bermain sepak bola atau bola basket di mana bola yang kita rebut dapat kita ambil, ini menjadi keuntungan tim kita dan sekaligus menghambat tim lawan untuk melakukan serangan terhadap tim kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA HOCKEY

PERATURAN DAN PENGENALAN SARANA PRASARANA HOCKEY A. Peraturan Permainan Hockey Olahraga Hoki adalah permainan yang dipertandingkan oleh 2 (dua) regu, yang terdiri atas 11 orang dari masing-masing regu. Peraturan Umum dari permainan Hoki adalah sebagai berikut : Seorang pemain dilarang untuk : v   Mengangkat stick di atas pundaknya bilamana dapat membahayakan. v   Melakukan permainan yang dapat membahayakan. v   Memukul bola ke udara. v   Menendang atau menahan bola dengan kaki (kecuali penjaga gawang sesuai peraturan). v   Memukul, menggigit atau menahan stick lawan v   Menghalangi lawan dengan badan atau stick, mendorong, menahan atau menjatuhkan serta menyandung lawannya. Seorang pemain diperbolehkan untuk : ü   Menahan bola dengan tangan (sesuai peraturan yang berlaku), sepanjang bola tersebut jatuh dengan segera, jadi bukan menangkap bola melainkan menahan bola dengan telapan tangan yang terbuka. ü   Di dalam D...

Faktor Warming Up dan Cooling Down

  FAKTOR WARMING UP DAN COOLING DOWN Perilaku yang tidak sportif menimbulkan respon yang sama atau lebih jelek lagi. dan oleh karena itu juga cedera yang sama seringkali diderita baik oleh pelaku maupun oleh calon korbannya. Sebagai contoh niat untuk menendang kaki lawan dalam permainan sepak bola yang malah menyebabkan kaki kita yang kesakitan karena sudah ada unsur yang tidak baik dalam diri.   a. Pemanasan (Warming Up) Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera. Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti. Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan b...

Klasifikasi Cedera Dalam Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu : a.Cedera tingkat 1 (cedera ringan) Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan. b.Cedera tingkat 2 (cedera sedang) Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot, straing otot, tendon-tendon, robeknya ligament (sprain grade II). c.Cedera tingkat 3 (cedera berat) Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang. d.Strain dan Sprain Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga. 1.Strain Straing adalah menyangkut cedera otot atau tend...